Senin, 30 Juni 2014

Saat Neio Terluka

Suatu sore saat pulang dari kantor, saya disambut anak-anak. Tapi, hari itu ada yang berbeda. Tak ada tawa riang kakak Nadhifa yang biasanya selalu bertanya "Mami bawa oleh-oleh apa?. Tak ada juga celotehan adek Neio yang selalu setia nge 'beo' tingkah dan kata-kata si kakak.

Sore itu yang ada hanya lah tangisan bombay kakak nadhifa yang bahkan bisa dibilang ngalahin akting aktris Bollywood sekalipun. Sesenggukan dan banjir air mata. Diantara sesenggukanya, beberapa kali si kakak minta maaf dan mohon untuk tidak saya marahi.

Masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, saya mulai melihat sekeliling. Tiba-tiba mata saya terpaku pada kepala adek Neio yang benjol 'dihiasi' luka keci di tengah benjolannya. Setengah panik saya sempat berteriak sambil bertanya pada Asisten di rumah. "Teteh, ini kenapa?" *pasang muka panik ala sinetron. Eh, si kakak Nadhifa malah makin jejeritan kencang. "Tuh kan teh, mami pasti marah, kakak minta maaf mi, kakak menyesal, kakak janji tidak nengulanginya", Nadhifa panik sambil tetap menangis.

Menyadari drama ini, akhirnya saya langsung sadar, drama tidak mungkin dihadapi dengan drama. Berusaha menguasai diri, akhirnya saya pasang tampang se-kalem mungkin. Setelah kakak bisa menguasai dirinya dan mulai tenang barulah saya meminta penjelasannya.

Sebelumnya saya juga sudah mendengar penjelasan kakek dan teteh. Termasuk adek Neio sebagai korban yang ternyata tetap cool. Bahkan menurut cerita si teteh sesaat setelah kejadian si kakak juga sudah langsung minta maaf, berikut percakapannya :

Kakak: dek maafin kakak ya, kakak janji gak ngulanginnua lagi.
Adek: iya kak...

Iiiih so sweet banget yaaaa dek Neio ini, hehehe

Jadi, apakah sebenarnya yang terjadi?. Ternyata saat kakak bermain lego bersama adek tiba-tiba si adek mulai ngerecokin dan iseng memukul si kakak. Kakak yang saat itu mungkin sudah habis kesabarannya, spontan melempar lego yang dipegangnya ke arah adek dan tidak menyadari kalau akan mengarah ke kepala si adek. Adek tentu saja menangis. Apalagi lemparan kakak dari arah cukup dekat tak hanya bikin benjol tapi juga meninggalkan luka.

Duh kak, kenapa jadi KTAK a k a Kekerasan Terhadap Anak Kecil begini siy. Untung dengan jurus andalan si kakak yang penuh drama tangis air matanya saya tak langsung terpancing untuk marah. Karena memang ternyata survey membuktikan anak sekarang paling tidak bisa dimarahi. Kemampuan verbal dalam berargumentasinya seringkali bikin saya sebagai orang tua terpojok.

Ketika suasana sudah mulai kondusif saya sempatkan bicara baik-baik dengan putri kecil yang mau masuk SD ini,

Mami : Kak, yang kakak lakukan terhadap adek itu berbahaya lo. Bahkan bisa dilaporkan ke polisi karena melukai anak kecil (tetap sesuai background wartawan kriminal, hehe)

Kakak : tapi kan kakak sudah minta maaf Mi, kakak janji gak gitu lagi.

Mami: tapi kakak sepertinya tetap harus dapat hukuman dari Mami.

Kakak: kalau kakak dihukum berarti nanti kakak ulangi lagi saja.

Mami: (speechless)

==end==

Nadhifa Belajar Puasa

Mengajarkan puasa pada kakak Nadhifa memberi warna pada Ramadhan saya kali ini. Pada hari kedua Ramadhan, alhamdulillah kakak belum ada yg tuntas hingga magrib, hahaha. Tapi dengan bersedianya si kakak makan sahur 2 hari berturut-turut sudah jadi prestasi tersendiri buat saya dan suami, serta tentu buat kakak Nadhifa juga.

Hari pertama puasa yg kebetulan bertepatan dengan hari libur (minggu) membuat proses belajar si kakak lebih efektif. Meyakinkan kakak untuk bisa menahan haus dan lapar secara persuasif baik melalui kata-kata dan hadiah khas anak-anak cukup ampuh membuat kakak puasa sampai lewat ashar. Sayangnya, karena ini memang baru pertama kali buat kakak, jadinya tetap saja ga bisa poll sampai magrib.
Setelah membujuk untuk tidur siang bahkan hingga 2 kali tidur siang, persis azan ashar berkumandang si kakak pun 'KO'.

Sejak pagi sebenarnya sudah ngeluh bilang lapar dan haus apalagi melihat adek Neio makan dan minum. Tapi orang tua bijak ini (klaim sepihak) masih bisa meyakinkan jika kakak pasti kuat. Eh pas siang ngeluhnya makin serem lo. 'Mami, aku sudah mau mati rasanya', si kakak meringis dan memelas. Akhirnya diajak tidur siang deh. Apalagi si papi yang abis angkat- angkat barang beresin kamar kakak semangat '45' menemani si kakak tidur siang.

Sukses tidur siang, kakak bangun lebih segar. Saya pun masih yakin si kakak berhasil menuntaskan puasa pertamanya agak-agak jumawa sesaat. Selang setengah jam eh ngeluh lapar dan sakit perut. Ya sudahlah, sekarang pake jurus andalan baby Neio yaitu jalan-jalan naik 'bumbum' (mobil).
Awalnya mau nidurin adek Neio yang susah banget tidur siangnya hari itu. Tapi kenyataannya malah si kakak yang tertidur (lagi) untuk kedua kalinya di siang itu. Ya sudahlah ya, saya berharap si kakak bangun nya jam 5 sore saja sekalian.

Sayang, abis muter-muter sore itu sekitar setengah jam kakak terbangun. Menjelang ashar setibanya di rumah si kakak bilang "mami mau aku mati dulu ya". Rasanya pengen ketawa, tapi di sisi lain agak ga tega juga. Apalagi Papi sudah wanti-wanti agar si kakak jangan terlalu dipaksakan puasa sampai magrib. Selain karena umurnya yang memang belum genap 6 tahun, ini juga pengalaman pertama kakak belajar puasa.
Tepat saat azan ashar berkumandang akhirnya kakak berbuka. Air putih satu gelas pelepas dahaga begitu nikmat melewati kerongkongannya. Kakak pun langsung segar dan lanjut makanan berat.

Lalu, bagaimana dengan hari kedua?. Sahurnya siy sukses bangun tepat waktu dan makan dengan jumlah lebih banyak. Ditambah segelas susu untuk penambah daya tahan. Namun, berhubung sudah hari kerja dan si kakak masih libur sekolah jadinya di rumah bisa leluasa. Kakek dan teteh tak berdaya menahan kakak yang ingin berbuka pas jam 12 siang.

Duh Kak, semoga besok- besok bisa poll ya. Aminnn

Tampilan Kakak saat sahur...:D

Jumat, 27 Juni 2014

Vacation to Sari Ater #2

Malamnya, setelah Tangkuban Perahu trip, kita memutuskan untuk leyeh-leyeh di hotel saja. Sempat mampir ke warung nasi timbel, saya juga menyempatkan diri memasak mi rebus pesanan Kakak. Padahal tadinya si Kakak ngiler pengen jajan Siomay abis liat orang makan siomay di Tangkuban Perahu. Akhirnya 'takluk' juga dengan tawaran mi rebus spesial ala Mami. So, bye bye Siomay, hehe.

Makan mi rebus di tengah guyuran hujan dan dinginnya udara Subang memang paling pas. Taruhan, penjualan mi instan di kawasan-kawasan seperti ini pasti laris manis. Mesiki cuma dibumbuin tumisan bawang, cabe iris, daun bawang dan seledri, rasanya Maknyuuus abis. Nikmat.

Puas menyantap mie rebus akhirnya langsung pada tepar. Apalagi si teteh yang emang udah teler. Baby Neio yang sempat dikhawatirkan akan begadang karena tidur sore eh malah udah bobo manis pukul 08.00. Paginya kita bangun seperti biasa dan siap-siap mau berendam. Tentunya tidak melewatkan sesi sarapan yang sangat diidam-idamkan si Kakak. Bahkan Kakak bela-belain gak ngemil roti demi bisa sarapan maksimal di restoran hotel, hahaha.



Seperti layaknya sarapan ala hotel yang menyediakan berbagai jenis makanan menggoda, Sari Ater juga melakukan hal yang sama. Bahkan 2 piagam dari MURI (Museum Rekor Indonesia) terpajang di dinding yang menyebutkan Restoran Kimannis sebagi restoran hotel yang menyediakan ragam masakan nusantara terbanyak (penghargaan satunya lagi lupa buat apa, hihi). Tapi, sebagai pecinta makanan enak dan enak banget, menurut saya soal rasa restoran ini mah so so. Tapi kalau tampilan makanannya siy lumayan. Cuma kita kan ga kenyang karena liat tampilan makanan kan *thinking. Kalau tampilan cowok OK siy lumayan bisa menyegarkan mata *jaka sembung bawa golok, hahaha.

Restoran yang berada di pinggir kolam renang air panas ini bikin makan gak konsen pula karena bawaannya buru-buru pengen berendam. Dan itu juga dirasakan anak-anak. Si kakak dan adek Neio berkali-kali ngajak berenang. Padahal kan sayang makanannya masih ada yang belum tercicipi, heheheu. Setelah kenyang akhirnya kita langsung mencari-cari kolam idaman. Memang di kawasan Sari Ater ini banyak banget kolamnya. bagus juga siy, jadi ga ada penumpukan di salah satu kolam. Selain kolam di kawasan hotel/resort, ada pula kolam-kolam di kawasan wisata yang kalau hari libur pengunjungnya Naudzubillah, rame terus. Lucky us bisa datang pas weekday jadi sepi-sepi aja, hihi.

Setelah puter-puter akhirnya kita memutuskan mau berenang/berendam di kawasan wisata yang ada water slidingnya. Pffhhh, ternyata jalan ke dalamnya jauh bingiiit. Kolam dengan water sliding ada di bagian ujung dan jalannya menurun pula. Terbayang nanti naiknya gimana ya? Apalagi kalu baby Neio grumpy (mak-mak visioner:P).

Setibanya di kolam yang dimaksud ternyata jadwal buka kolam jam 8 lewat. Kita datang setengah jam lebih awal. Sambil menunggu kolam buka kita nyoba perahu bebek yang dikayuh itu. Baby Neio dan si Kakak girang banget. Tapi, bapak ama maknya gempor ngayuh, huhuhuhu. Namapun nyenengin anak, si Papi dengan cool nya bilang "Udah Mi, biar aku yang ngayuh, kamu ga usah" *pukpuk Papi.



Benar saja, pukul 8 lewat dikit mulai ada tanda-tanda kehidupan di kolam. Pas masuk ke dalam agak sedikit heran juga, kenapa water slidingnya ga se cihuy di gambar-gambar brosurnya ya, hiks. Ama petugas juga dibilang belum bisa d nyala, tunggu jam 10 dulu, halaaaah. Ya sutralah, akhirnya kita berendam dan berenang cantik dulu saja. Baby Neio yang selama ini takut nyebur mulai sedikit bernyali. Tapi tetap cuma main di pinggiran kolam saja yang airnya semata kaki, hahaha. Jadinya ya keciplak kecipluk doang. Lagian berendam di hot spring itu juga ada tantangan tersendiri karena kalau airnya kena mata bikin perih. Ya, namanya air panas alami, jadi ada kandungan -kandungan kimianya yang bikin perih mata, kasian juga baby Neio kalau harus nyemplung.








Puas berenang kita masih nungguin water slidingnya dinyalain. Tapi kok masih tidak ada tanda-tandanya ya...Benar saja, pas nanya ke masnya, dengan santainya dijawab, "ooo, mau dinyalain ya Bu?", lah menurut ngana, pan dari awal datang tadi juga udah nanyain, haddeeeuuh. Semangat 45 naik tangga ke puncak slidingnya akhirnya saya bisa meluluhkan hati si kakak biar ikut nyoba. 5 menit berlalu, 10 menit, sampai 15 menit koq masih belum ada tanda-tanda. Benar saja, dengan lempeungnya si masnya bilang "lagi rusak Bu". Whaaaattt...kenapa ga ngemeng dari tadi atuh Kang...ckckckck.



Perih tak bisa menjajal water sliding akhirnya saya sama kakak turun ngesot melewati sliding yang ga ada waternya, hahahaha. Mana nyampai di bawah penampungannya pake air dingin pula. Terbayang lah kan abis berendam air hangat langsung dihantam air dingin rasanya tulang tertusuk-tusuk gitu *lebaaay:p


Seperti dugaan semula, setelah berendam, baby Neio grumpy karena ngantuk. Kalau sudah begini biasanya maunya pasti hanya dengan Mami seorang. Jadilah Mami yang super dan perkasa ini menggendong Neio menempuh jalur tanjakan ekstrim menuju gate keluar. Eh, nyampai di kamar malah ga tidur pula.





Akhirnya kita memutuskan untuk beberes barang siap-siap check out karena gatel pengen ke Bandung, hahaha.

Sebelum masuk Bandung kita sempat lunch di Rumah Makan Cikole di daerah Lembang. Tempatnya enak lo, makanannya juga OK. Harga pun cukup bersahabat. Baby Neio yang biasanya suka ngerecokin kita kalau lagi makan, kali ini sibuk dengan patung guk guk yang ada dekat meja kami. Bolak-balik nyuapin si guk guk makan sambil ganti-ganti sendok dan garpu. Kita pun bisa menikmati makanannya to the max, tx ya guk guk *nahlooo...



Abis makan dilanjutkan shalat kita pun segera menuju Bandung untuk sekedar beli bolu kukus dan kue molen dari sentranya. Tapi, ampun ya macetnya Bandung. Juara banget, saingan ama Jakarta. Hiks. Boro-boro mau mapir ke outlet, buat menjangkau toko oleh-oleh aja udah kedeeer duluan. Belum lagi menjelang masuk pintu Tol Pasteur, beeeeuuuh, mantaaaaap.

Pilihan pulang ke Jakarta di sore hari itu juga diganjar dengan kemacetan jam pulang kantor di kawasan Cikarang. Prediksi nyampai rumah meleset 2 jam lebih dari yang dibayangkan. Untung baby Neio bobo manis di mobil sambil memeluk bantal cintanya *Good Job Neio.

Mengajak Kakak Nadhifa yang ceriwis nan kritis itu dalam perjalanan darat di mobil juga menjadi hiburan tersendiri buat kami. Celotehan-celotehannya cukup menghibur suasana. Tapi kalau sudah bertanya "Mami, kapan kita sampai?" hingga berpuluh-puluh kali cukup bikin gondok. Sesekali perdebatan soal kapan akan sampai ini juga akan berujung pada "ribut" nya Bapak dan gadis kecilnya. Bahkan juga Ibu dan gadis kecilnya.

Ketika ribut dengan Bapaknya, maka Kakak Nadhifa langsung menghasut sang Ibu :
Nadhifa    : Mami, jangan mau jadi isteri papi lagi.
Mami       :  Tapi, kan sepi Kak kalau ga ada Papi
Nadhifa    :  Cari aja Papi yang baru
Mami       :  Kira-kira nanti Papi barunya siapa Kak?
Nadhifa    :  (berpikir sejenak)...Kalau Afgan gimana Mi?
Mami       :  Mau...mau Kak, Mami kan emang ngefans ama Afgan, kok Kakak tau siy....
Nadhifa    :  Tau dong, Afgan kan keren, Papi mah jelek....
Mami       :  Tapi Afgan-nya mau gak ya Kak sama Mami, hahahaha

Ternyata benar ya yang orang bilang, anak yang zodiaknya sama dengan Ibunya cenderung punya selera yang sama. Terbukti, kita sama-sama suka dengan Afgan, hehehehehe.

Begitulah...celotehan-celotehan anak-anak lulus TK yang harus selalu diluruskan Maknya. Tapi meluruskannya tidak pada saat itu juga. Biasanya cerita sebelum tidur menjadi waktu yang paling pas untuk bercerita dan meluruskan tingkah si Kakak yang agak-agak "bengkok":).

Over all, vacation kali ini cukup seru. Tak hanya buat anak-anak, tapi si Papa juga kayanya berkesan apalagi di bagian berendam air panasnya. Pas banget buat Papa, sehat terus ya Pa.

Alhamdulillah ya Allah... semoga kami senantiasa diberikan nikmat sehat dan rejeki untuk bisa terus mengeksplorasi keindahan karunia-Mu ya Allah, amin.

Vacation to Sari Ater #1

Libur tlah tiba...libur tlah tiba...horray...horray...horray...

Nah, demi menyenangkan hati si Kakak dan baby Neio akhirnya kita mulai merencanakan short vacation. Andalan short vacation buat anak-anak pastinya yang jaraknya tidak terlalu jauh dan tempat menginap yang spacious.

Setelah sempat bingung mau kemana, akhirnya kepikiran juga buat berendam di hot spring water. Alasannya selain karena memang anak-anak belum pernah, pastinya baik juga buat kesehatan. Terutama buat papa yang memang sudah masuk kategori lanjut usia tapi tetap ganteng, halah...Eee tapi beneran, untuk kakek-kakek seusia Papa, bisa dibilang si Papa ini masih gagah loh. Ya iyalah ya secara Bokap sendiri, sampai titik darah penghabisan pasti bakal dibelain.

Awalnya kita berencana mau ke air panas di Garut. Ada salah satu hotel/resort yang jadi andalan dari jaman liputan sampe after nikahan dulu. Sengaja pula ceritanya booking mepet-mepet karena memang mikirnya kita mau vacationnya weekday ini, jadi santai saja. Eh, tak disangka tak dikira ternyata hotel/resor andalan kita full booked sodara-sodara. Jadilah akhirnya bikin plan B dan keukeuh mau yang ada kolam air panasnya juga.

Setelah discuss dengan bapaknya anak-anak akhrnya kami sepakat mencoba booking Sari Ater Hotspring yang ada di Subang. Tetap lah ya, Jawa Barat jadi pilihan masuk akal dari sisi jarak dan akomodasi, hehehe. Alhamdulillah, room yang kita mau available loh, bahkan ada special offer nya pula bagi pemegang kartu kredit mandiri, yesss (padahal ga punya juga credit card mandirinya, heheheu). Jiwa pantang menyerah yang sudah mendarah daging sepertinya menjadi tantangan tersendiri untuk hunting mencari KK Mandiri ini. Syukurnya pula ada teman si Papi yang berbaik hati meminjamkan KK demi potongan harga 40 % (nyaris setengahnya).

Singkat kata, pas hari Senin (setelah ijin kantor dan papi sukses di acc cutinya) kita langsung cusss ke Subang. Jadi liburan weekday itu ternyata ada enak dan ga enaknya juga. Enaknya di lokasi liburannya biasa tidak terlalu sesak, tarif kamar dan tarif lainnya bjuga lebih murah jadi irit. Tapi ga enaknya, jalan-jalan di weekday itu ternyata macetnya juga lumayan. Berangkat bentrok ama orang-orang berangkat kantor dan baliknya bentrok ama jam orang pulang kantor, jadi ya lumayan juga perjalanannya *pukpuk papi yang setia gantung-gantung kopling:p.

Tapi pas nyampe di hotelnya sekitar jam 12-an gitu berharap dapat segera istirahat di kamar, eh ternyata harus nunggu sampai jam 14.00 saja. Akhirnya kami pun makan siang dulu di lesehan Kabayang yang memang ada di sekitar hotel. Tempat makannya enak bingit, berasa makan di kampung pinggir balong ditemani suara air sungai serta orang mancing dan pastinya lesehan lah ya.




Soal makanan siy standar dan harganya lumayan pula. Selain tax ada charge untuk service nya juga. Untungnya kita sempat bawa bekal lauk dan nasi jadi beli yang hangat-hangat buat bocah2 saja, hihihi. Restorannya pun ga rese pake acara larang-larang bawa makan dari luar segala. Jadi kita nyaman-nyaman saja makannya, bahkan disiapin piring tambahan, uhuyyy.



Abis makan kita sempat-sempatin keliling-keliling dan nemu catur raksasa. Baby Neio dengan semangat angkat-angkat bidak catur yang ternyata cukup berat. Trus disambung main ayunan dan perosotan. So much fun. Memang ya, yang namanya vacation itu meyenangkan dan menyegarkan pikiran. Si teteh yang (lagi-lagi) ikut awalnya sempat teler di mobil. Eh, nyampai TKP langsung segar lagi, semangat ya Teh:). Berhubung udah segar, si teteh bisa sekalian diberdayakan buat foto-foto pastinya:).




Tepat pukul 14.00 akhirnya kita masuk ke room yang sudah siap ditempati. Karena memang penghuni sebelumnya barusan check out, jadi lantainya masih agak-agak lengket gitu. Ditambah dapat sajian mi basi dari lemari dapur yang cukup menyengat baunya. Hiksss...

Untung kamarnya OK, jadi ya sudahlah, kita menyibukkan diri dengan ngulik-ngulik Room nya saja. Jadi, kita menempati tipe Junior Suite yang sudah ada 2 kamar dan sofa di ruang TV plus teras yang menghadap ke rimbunnya pohon lengkap dengan gemericik air sungai. Wuih, syahdu banget deh. Terbukti si Kakak dan Baby Neio terlihat sangat happy lari sana lari sini.



Sorenya, kita jalan ke Tangkuban Perahu yang jaraknya 7 km saja dari hotel. Sampainya di gerbang masuk Tangkuban Perahu baby Neio malah tertidur pulas. Kecapaen dan suasana dingin emang bikin baby Neio tak berkutik hingga akhirnya bobo. Jadi akhirnya saya hanya bisa menikmati suasana Tangkuban Perahu dari dalam mobil sambil memeluk baby Neio. But, its okay. Toh, sudah beberapa kali juga ke sini. Tapi, sejak perbaikan kawasan Tangkuban Perahu beberapa waktu lalu yang berujung pada naiknya tarif tiket masuk, sekarang kawasan ini jauh lebih tertata rapi.






Hanya saja, masih kurangnya kesadaran warga menjaga kebersihan membuat di beberapa sudut masih 'dihiasi' sampah-sampah dan yang pasti merusak pemandangan. Si kakak Nadhifa terlihat sangat antusias, sayang gak bisa berlama-lama juga karena tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Untung sudah sempat jeprat jepret jadi ya kita bisa turun gunung dengan kenang-kenangan foto di tangan.

Karena udah kepanjangan, kisah lanjutannya disambung ke episode berikutnya saja ya...

to be continue

Selasa, 24 Juni 2014

Nadhifa's TK Graduation

Gak terasa, 2 tahun berlalu sejak Kakak Nadhifa masuk TK. Sabtu kemarin, tepatnya 21 Juni 2014, kakak Nadhifa sudah menyelesaikan tugasnya sebagai murid TK. Meski cuma TK, ternyata prosesi pelepasan yang dirancang oleh sekolah ga kalah ama acara wisuda Perguruan Tinggi. Bahkan bisa dibilang lebih "Wah". Yah, secara diselenggarakannya di gedung theatre sebuah sekolah internasional yang secara audio visual sudah yahuud banget (wisuda saya jaman kuliah aja pan cuma di gedung standart plus keluarga dan tamu undangan kepanasan di tenda, hihi) plus semua tamu undangan kebagian kursi nan nyaman untuk menikmati penampilan demi penampilan yang disuguhkan.

Biasanya selain prosesi pelepasan siswa TK B, farewell party ini juga melibatkan seluruh siswa Kelompok Bermain (KB) dan TK A juga, fair enough lah yaaaaa.

Nah, acara yang sama juga diselenggarakan di tempat yang sama pada tahun lalu, tapi karena sekarang kakak Nadhifa tampil sebagai salah satu murid yang akan dilepas sebagai calon murid SD, jadinya berasa lebih syahdu saja, halaaah.

Nah, pada kesempatan ini, selain mengajak kakek tercinta (We wish you were here Nenek...*al fatihah), kali ini kami juga mengajak baby Neio. Menjelang umur 2 tahunnya Neio memang lagi lucu-lucunya. Udah gitu, ngomongnya juga udah lancar banget, berasa ngomong ama orang gede aja gitu. Nah, ini adalah kali pertama baby Neio datang ke acara graduation ini. Tahun lalu mau diajak tapi masih khawatir bikin rusuh. Lalu, seperti apa ekspresi baby Neio? Ini dia...
 
Gambar ketiga seharusnya sesi tidur yang untungnya tidak sempat terdokumentasikan, hihi

Awal-awal tampil si Kakak cuma bawa potongan huruf S yang dibaca Assalamualaikum saja jika digabungkan dengan potongan huruf lain yang dibawa teman-temannya. Sempat agak-agak berkecil hati juga, kayanya selama ini persiapan heboh tapi kok ya segitu doang.
Hayo coba tebak, Kakak Nadhifa yang mana ya?



Beberapa penampilan siswa/i TK Auliya

Eitsss, menjelang akhir acara barulah saya berkaca-kaca dan mewek melihat Kakak tampil membaca do'a Graduation bersama 2 orang temannya yang lain. Jadi, perwakilan 3 orang anak ini membawa semacam Que Card (kaya yang biasa dipakai MC/Presenter gt loh) dan membaca bait demi bait do'a graduation. Terharu mami terharu Kakaaaak.


Kakak deg-deg an ga Kak ? Kayanya siy gak ya...:D

 
Kata Kakek : Suaranya mirip Winny, hehehe...buah ga jatuh jauh dari pohonnya ya Kak...*siap2dilemparhanduk

Sepertinya siy para guru ingin menunjukkan kesiapan calon murid-murid SD yang sudah bica membaca. Jadi baitnya ditulis agak panjang. Tadinya saya berpikir teks yang beberapa hari ini nangkring di lemari hanya dihapalkan saja, eh ternyata pas tampilnya dibacain toh, hehe.

Congratulations...and celebration...when I tell everyone that you're in love with me *singing
 Nah, setelah meleleh melihat penampilan putri tercinta, tak terasa pertunjukan selama hampir 3 jam ini berakhir sudah. Duuuh, time really flies so fast.

Graduation girl...SD I'm coming...

"Partner in Crime"

Truly "Partner in Crime"

Wish you were here Mom...*Alfatihah
Happy Graduation Nadhifa Chaudry Farsya. Teruslah bersinar dan menggapai mimpi. Lulus TK barulah tahapan awal. Perjalanan Kakak masih panjang, kelak Kakak bisa melihat indahnya dunia lewat tingkatan sekolah yang lebih tinggi. We proud of you Nak.....
I love you... 


Minggu, 08 Juni 2014

'Menaklukkan' Public Speaking

Setelah berjibaku menaklukkan macet, sudah 2 (dua) hari terakhir saya mencoba 'menaklukkan' Public Speaking. Yup, kelas public speaking saat Diklat sukses bikin jantung deg deg ser. Meski dikata dulu punya jam terbang siaran apa daya selama tidak berlatih dan minim jam terbang tetap aja grogi cyiiin.

Awalnya sih sok cool, saat teman-teman sibuk menyipakan materi pidato saya menyibukkan diri dengan menjelajah di dunia maya. Eh, lama-lama koq merasa semakin terintimidasi ya. Apalagi setelah teman-teman silih berganti tampil rasanya adrenalin makin terpacu. Tepat setelah coffee break akhirnya saya mengajukan diri untuk maju. Apalagi masih ada beberapa teman yang masih coffee break.Yesss....

Berharapnya siy ga ada yang liat, ternyata kecanggihan teknologi grup whatssapp yang fenomenal ini sukses untuk membuat langkah-langkah teman-teman yang masih coffee break tergopoh-gopoh lari ke ruang kelas demi melihat penampilan sang anchor 'nyaris' terkenal ini, hahahahaha.

Sebelum tampil siy, dosennya sempat ngebisikin agar saya tampilnya ga usah terlalu maksimal "gaspoll". Bermodal note kecil hasil reka-reka sesaat akhirnya saya memulai pidato sambutan saya. Hasilnya....Sesuai ekspektasi sang dosen, beneran loh saya tampil biasa aja atau emang kemampuannya segitu ya, hihihi. Tapi, nggak juga siy, kan emang pada dasarnya saya anak yang tidak sombong dan rajin menabung, jadinya ya ga berambisi buat tampil heboh juga (ini apa siyyy, nanya koq jawab sendiri).

Bahkan ada seorang teman asal Bali yang punya vokal maha dahsyat bisa tampil lebih bagus dari saya yang konon kabarnya punya jam terbang ini. Tapi, jujur saya biasa aja loh. Kalau bagus ya bagus aja gitu. Tapi ya dasar anak-anak pada iseng kayanya kalo gak nge bully tuh pasti kenikmatan hidupnya berkurang, hahahaha. Aku Rapopo...:D

Whatever, memang sejak dulu saya senang melihat dan mengamati gaya public speaking para tokoh. Pengennya siy punya skill public speaking kaya Oprah Winfrey yang bisa ngomong lancaaaaaar kapanpun dengan siapapun dan dimanapun. Atau minimal kaya Sarah Sechan yang bisa ngebanyol pintar namun tetap 'berisi'.

Makanya dalam waktu dekat ada niatan buat belajar lagi, biar sel-sel otak yang 'kusut' ini bisa lurus lagi. Semoga semesta mendengar dan Allah SWT mengabulkan, aminnnnn....

Ayo Sekolaaaaah....:)


Finally,,,,

Yeaaaay, finally Diklat  Pranata Humasnya berakhir juga. Setelah 3 minggu merasakan ritme hidup baru yang cukup bikin jungkir balik, setelah 3 minggu merasakan rute baru, bertemu teman-teman baru (mulai dari yang asyik sampai sok asyik:p), setelah 3 minggu makan teratur diselingi snack saat coffee break sehari 2 kali, endingnya adalaha.....tadaaaaa berat badan nambah 3 kg, untungnya seragam masih muat yaaaa... *sujud syukur.

Finally...di Juni ini akhirnya resmi merasakan kantor baru (lagi)...Suasana kerja baru juga. Kurang lebih 4 tahun jadi pelayan masyarakat, kayanya kali ini merupakan kepindahan yang ketiga kalinya, Pertama masuk kantor Keluarga Berencana di Cempaka Putih, Jakarta Pusat trus dipindah ke Humas di Balaikota, Jln Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dan kini akhirnya pindah lagi ke Humas Jakarta Selatan tepatnya di Kantor Walikota Jakarta Selatan.

Tentunya setiap tempat ada tantangan masing-masing. Mulai dari tantangan pekerjaan, tantangan 'handle' pimpinan dan seperti kata pepatah, setiap tempat baru pasti akan memberikan makna baru dalam hidup kita (ini pepatah dari mana yaaa??? hehehe). Hari pertama di kantor baru siy rasanya nano-nano. Deg-deg an ketemu teman-teman baru, senang karena tempatnya lebih cihuy (pastinya minus tikus dan kecoa seperti di tempat sebelumnya, hihi) dan yang paling seru adalah bisa berduaan sama mantan pacar.

Berangkat kerja bareng di anter sampai kantor, pulangnya dijemput dan dianter sampai stasiun terdekat dari kantor (namapun bankir kan ga bisa 'teng go' seperti saya lah pastinya, heheheu).

Over all, kantor baru menyenangkan, sekarang masih meraba-raba kira-kira kerjaan seperti apa yang akan saya kerjakan, teman-teman mana saja yang enak diajak gaul, tempat makan seru mana yang bisa buat hang out dan tentunya spot-spot belanja murah andalan buat persiapan puasa dan lebaran nanti, hahahaha *salah fokus...:D

Dan, karaena saking sibuknya di kantor baru, postingan ini sukses baru terkelarkan seminggu setelah memulai paragraf pertama, hikssss

Tetap semangat menulis....