Senin, 22 Agustus 2016

'Pisah Ranjang' a.k.a Sharing Room

Mengajarkan Neio tidur sendiri memasuki usianya ke-4 menjadi salah satu target saya akhir-akhir ini. Apalagi makin lama sebagai anak bungsu (at least sekarang, hehe). Selama ini Neio selalu tidur malam dengan saya dan Nadhifa tidur dengan papinya. Tapi Neio kok makin manja dan demanding banget ya, terutama dengan saya.

Akhirnya setelah berembuk dengan suami, kita sepakat untuk mengajarkan Neio 'pisah ranjang' dengan maminya, secara selama ini Neio sukses bikin si mami 'pisah ranjang' dengan papinya, hehe *pukpuk papi.

Sebagai langkah awal, kita mau mengajarkan Neio berbagi kamar dan tidur dengan Nadhifa, tapi di tempat tidur yang terpisah. Jadilah akhirnya kita hunting kasur tingkat. Setelah browsing dan (tentunya) ngobrol dengan Neio, kita sepakat untuk beli kasur dengan tema Minions (karakter kartun lucu di film Despicable Me). Kebetulan Neio juga lagi keranjingan games Minion di HP saya.

Akhirnya hari yang dinantikan tiba dan kasur Minions tiba di rumah. Saya yang jujur sempat terbebani dengan proses 'pisah ranjang' ini sempat deg-deg an. Akankah perjuangan ini berakhir indah atau sebaliknya, agak lebay yes.

Saya sebut perjuangan karena ternyata dalam proses 'pisah ranjang' ini yang berkorban tidak hanya Neio, yang selama ini suka bangun tengah malam sekedar minta garuk punggung atau usap perut. Tapi saya juga 'tersiksa' tidak bisa peluk-peluk dan pegang tangan Neio sepanjang malam, *lebay lagi yes.

Awal-awal sharing room dengan si kakak, Neio selalu bangun tengah malam, bilangnya mau pipis tapi ujung-ujungnya balik ke kamar saya lagi dan 'menggusur' si Papi, haha. Sementara saya yang awal-awal ngebet banget biar 'pisah ranjang' dengan Neio malah mendadak jadi insomnia alias susah tidur. Bentar-bentar ngecek ke kamar si kakak atau tiba-tiba terbangun seolah mendengar Neio buka pintu kamar, padahal anaknya lagi anteng bobo... parah deh pokoknya.

Seiring berjalannya waktu, alhamdulillah 2 hari ini setelah kurang lebih 3 minggu berlalu, Neio mulai terbiasa dan tidak 'mengungsi' atau 'nginap' di kamar saya lagi. Cuma bangunnya jadi lebih awal, 4.30 atau 5.00. Sekalian bangunin maknya shalat subuh lah ya, hehe.

Overall, semangat ya Abang Neio 'pisah ranjang' dan 'sharing room' nya,semoga tahun depan kakak Nadhifa dan abang Neio mulai belajar tidur sendiri-sendiri ya, amin


Kasur Minion + Sprei Minions = Kamar Minions dan Neio Minion nya ngumpet:p


My Love 2N







Selasa, 14 Juni 2016

Keceriaan Kelompok Bermain (Bye KB)



Banyak yang beranggapan jika fase kehidupan paling indah itu adalah pada saat kita menjadi anak kecil. Anak kecil tidak pernah harus memikirkan masalah-masalah berat, bebas berekspresi, mau menangis, tertawa, marah, suka-suka mereka. Tugas dan kewajiban  orang tua lah yang menjaga dan merawat mereka sembari menanamkan nilai-nilai kebaikan biar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan.

Tapi sebagai orang tua yang bekerja tentunya tidak bisa menemani mereka setiap waktu karena ada kewajiban lain yang harus dijalankan di hari-hari kerja. Karena itu, memasukkan Neio ke sebuah Kelompok Bermain dekat rumah menjadi pilihan kami setahun lalu agar Neio bisa bersosialisasi dan memiliki 'dunia' lain selain di rumah.

Tak terasa, setahun berlalu, kini Neio sudah menyelesaikan tugasnya (ceilehhh, kesannya berat banget ya...) sebagai siswa KB. Akhirnya pengen flash back ke belakang apa saja yang sudah dilakukan Neio selama di KB. Meski saya bukan Ibu yang telaten mendokumentasikan setiap kegiatan anaknya di sekolah, tapi bersyukur sekali punya teman-teman Wali Murid yang senantiasa berbagi momen lewat Whatsapp sehingga saya bisa menyimpan kenangan-kenangan itu, makasih ya Ibu-Bu Banum. Neio juga senang sekali melihat gambar-gambar kegiatan sekolahnya di Handphone setiap harinya. Kelak, jika Neio sudah bisa membaca semoga bisa menikmati momen tersebut di blog ini meski alakadarnya. 

Enjoy it Neio....


Bersama teman sekelas, semoga nanti TK A temannya nambah ya Bang...:) 
Tetap ya Neio paling cool gayanya...:) Hayo, Neio yang mana coba?

Itu lhoooo yang badannya paling besar :D

The wheels on the bus go round an round...field trip ke Blok M dekat kantor Papi


Tantangan foto anak KB yang ga bisa diam...:p

Budaya antre yang ditanamkan sedari kecil

Siap-siap panjat tebing

Kuambil buluh sebatang....jadilah layang-layang

My name is Neio but you can call me 'Kakak Abang"...:D

Ayo Bryan, let me go home...
Yeiiii ketemu Papi waktu field trip itu emang sesuatu ya, pamer muka 'bagai pinang dibelah pake sambit'... 
so much fun....

Another field trip ke...*maknyalupa


Muka kura-kura ama muka Neio sama stressnya, santai bro...


Yang tadinya takut berenang setelah di KB jadi doyan berenang...


Playing 'Catch me if you can' *fish

Piala Pertama "Juara Lomba Bakiak"

Pose bersama Ibu Rini yang sudah resign, We're gonna be miss you Ibu Rini

Duh nak, (lagi-lagi) pose stress saat berhasil dapat ikan...

Selalu barisan paling belakang karena badannya paling besar...

Fashion Show Penganten Betawi pada acara perpisahan sekolah, pasangan dengan 'partner in crime' (Zalika), sampai-sampai ada teman sekolah yang liat Neio trus komentar sama ibunya...'Ma, itu kan si Penganten Betawi'...branding yang bagus bang, hehehe, gutjob. Pas di panggung Neio nya nervous lo, jadi diam aja ga jalan-jalan, at least ngerasain ditonton banyak orang rasanya kaya gimana ya Nak, its just the matter of 'jam terbang' Bang  *puk puk Abang :p


Akhir sekolah ditutup dengan Simulasi Sholat Idul Fitri, sholeh ya Bang,,,, 



Surprise....hari terakhir di KB mendapat predikat sebagai siswa 'PALING SOPAN' di Kelompok Bermain which is ditentang berat sama si Kakak yang selama ini sangat tersiksa di 'bully' Neio di rumah....:)



Semua dapat piala apresiasi, selamat ya Krucil, semoga TK A lebih menyenangkan....
Terima Kasih Ibu Guru, Terima kasih teman-teman sudah mengukir cerita indah dalam 4 tahun pertama kehidupanku, semoga kita semua sehat selalu dan bisa jadi orang-orang yang membanggakan bagi orang tua, nusa bangsa dan agama, Amin ya Rabb.

Selasa, 29 Desember 2015

Celotehan Neio

Kadang suka bingung ya ngadepin si 3 tahun yang sudah lancar bgt ngomongnya. Sesekali suka takjub, keseringannya kaget dan biasanya diakhiri senyum-senyum sendiri.

Beberapa hari lalu bangun sabtu pagi biasanya leyeh-leyeh dulu sambil bercengkrama ama si kecil Neio. Trus lagi pengen sayang-sayangan dan peluk-peluk manja. Biasanya siy pas lagi dipeluk paling Neio cuma tereak, 'Pi, mami manja nih' atau 'Kak, mami manja nih'...Nah, kemarin tiba2 celetukannya beda banget deh :

Mami : Bang, pengen dipeluk...bang, pengen dicium niy sama abang (tone suara diatur semanja mungkin)

Neio  : (dengan muka cool)...mau emang nikah sama aku ? 

Mami  : nikah itu apa bang? (dengan muka terkaget2)

Neio  : nikah itu artinya baralek

Mami : oowwwwhh (jleb...) I love you Neio...

Neio  : I wop yu tu Mami











Sun(shine)day at Ayodya Park

Niat awalnya sih mau meramaikan HUT BRI yg ke-120 di JHCC Senayan tapi karena minggu pagi (27/12) macet banget lantaran acara Silaturahmi Nasional di area Senayan juga, jadilah kami merubah destinasi. 

Awalnya sempat bete karena kesempatan dapat snack box Hut BRI yg biasanya nampol abis jadi hilang seketika. Padahal saya sengaja banget gak sarapan dari rumah demi snack box Hut BRI (mak2 sejati hobi gretongan). 

Beruntung si papi mengobati kekecewaan dengan kreatifnya mengajak kita ke Taman Ayodya yang juga masih di kawasan Jakarta Selatan. 

Alternatif liburan murah meriah tapi tetap menyenangkan. Taman yang dulunya sempat ramai pedagang burung sudah disulap menjadi ruang terbuka yang ciamik.

Neio yang notabene penggemar ikan juga terpuaskan karena banyak ikan2 'kelaparan' yang selalu mangap berebutan makanan. 

Nadhifa juga tak kalah senang karena bisa bernapas lega setelah sebelumnya ngomel2 karena macet dan batal ke JHCC. 


Selain memberi makanan ikan, Neio juga senang dengan desain kreatif tempat sampah di taman Ayodya. Sayang ya masih ada tangan2 jahil yang sembarangan buang sampah. 

Puas memberi makan ikan kami juga menjajal fitness 'Indonesia Bergerak'. Meski masih baru tapi beberapa alat sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 




Overall Neio dan Nadhifa cukup menikmati minggu pgi di Taman Ayodya. Mak-nya sih pengen banget menjajal semua taman2 di Jakarta yang konon saat ini lagi gencar2 nya ditata oleh Pak Ahok dengan istilah RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak). 

Puas bermain di taman kami pun menikmati mie Ayam Jhon di daerah Melawai, ngantri tapi mantap. Nadhifa sukses menghabiskan semangkuk mie ayam ukuran orang dewasa dan Neio sukses memalak bakso kita2 trus me-ngecap-i baksonya seperti rawon, hehe.


Bermain di taman itu tak hanya menyenangkan tapi juga menyehatkan terutama buat dompet, hahaha. Jadi pengen banget resolusi tahun 2016 adalah menambah frekuensi bermain di taman dan meminimalisir seminim mungkin kunjungan ke mall. Apalagi sekarang Neio sudah fasih banget kalau weekend nagih jalan mintanya ke mall, semoga setelah ke Ayodya nanti ngajak kalannya ke taman aja ya Nak...:)










Selasa, 07 Juli 2015

Happy 3rd Birthday Dear Neio

8 Juli 2015

Dear Neio...

Tepat 3 tahun lalu Allah SWT 'mengirimkan' mu ke dunia melalui Mami dan Papi. Masih jelas dalam ingatan Mami, jam 02 dini hari tiba-tiba Mami merasakan kontraksi setelah sehari sebelumnya dr. Musa memberi pil induksi oral karena memasuki minggu 38 kau tak kunjung 'nongol'. Setelah memastikan jika kontraksi kali ini cukup dahsyat, Papi langsung sigap mengantar ke Rumah Sakit yang jaraknya cukup lumayan.

Untungnya, jarak yang cukup jauh itu bisa ditempuh Papi dalam waktu kurang lebih 30 menit karena jalanan Jakarta pada jam tersebut cukup bersahabat. Memang, kelahiran Neio agak berbeda dengan Kakak Nadhifa. Neio lahir di saat mami mendapat cobaan karena nenek divonis sakit kronis. Harapan persalinan didampingi nenek tinggal impian karena Mami berjuang bersama Papi dan beberapa bidan yang baik hati dan tentunya dr. Musa yang pagi itu langsung datang ke Rumah Sakit. Tak perlu berlama-lama dan seolah tak mau menyusahkan, beberapa saat sebelum adzan subuh Neio lahir ke dunia dengan tangisan yang tidak terlalu keras. Mami sempat khawatir karena suara tangis Neio yang tidak sekencang bayi-bayi biasanya. Alhamdulillah semua baik-baik saja dan kini teriakan Neio bisa terdengan hingga beberapa gang rumah.

Kehadiran Neio seakan menyempurnakan kebahagiaan kami sekeluarga. Meski dalam kondisi sakit keras, nenek sempat datang ke RS untuk melihat cucu ketiganya. Malam hari pun di RS Mami lalui seorang diri karena Papi harus menemani Kakak di rumah, sementara Nenek masih harus bolak-balik kontrol ke RS karena sakitnya.

Hingga akhirnya di usia yang belum genap 3 bulan, Neio harus terbang ke Padang untuk mengantarkan Nenek ke tempat peristirahatan terakhirnya. Mami yang tentunya sangat terpukul dengan kenyataan ini berusaha tabah dan ikhlas. Neio pun hadir sebagai penguat karena Mami harus menjaga kesehatan mental dan jasmani untuk membesarkan dan merawatmu. Neio mampu mengalihkan kesedihan Mami meski kadang bulir-bulir air mata tetap menggenang di wajah teringat segala hal tentang Nenek.

Waktu berlalu, memasuki tahun ketiga kepergian Nenek kami mulai tegar. Roda kehidupan terus berputar. Kini, Neio sudah 3 tahun dengan berbagai polah lucu dan menggemaskan. Kadang membuat kami yang melihatnya tertawa terpingkalpingkal, namun di lain waktu menahan amarah karena kenakalan-kenakalan khas anak kecil.

Apalagi setelah Neio mulai mengenal teknologi. Tak hanya TV, tab digital yang dibelikan Uncle Endo untuk kakak pun sukses Neio kuasai. Alhamdulillah sang kakak dikaruniai hati seluas empang di usainya yang baru 6 tahun, hahaha, jadi lumayan sering mengalah untuk sang adik. Ke depan semoga bisa punya hati seluas samudera ya kak, menghadapi semua masalah-masalah kehidupan, amin.

Saat ini Neio juga penggemar fanatik Super Hero. Masih ingat ketika Mami iseng memilihkan tayangan Power Rangers di channel Youtube yang akhirnya bikin Neio ketagihan. Hasilnya, Neio sering bertindak agresif. Menyadari kesalahan mami, akhirnya tayangan Power Rangers pun dinyatakan sebagai tayangan terlarang. Tapi ujung-ujungnya Power Rangers berganti Ultraman, Spiderman, Batman, Captain America dan sekarang Neio keranjingan Transformers. Ppfffhh, akirnya saya menyadari jika itu memang masanya saja. Tinggal orang tua mengarahkan agar si anak tidak terus-terusan larut dengan superhero kebanggaannya.

Justru malah Papinya yang khawatir karena bisa-bisa Neio lupa dengan namanya sendiri. Setiap kali ditanya namanya, pasti selalu jawabnya "Abang Robot", "Abang Transformers", dan abang-abang robot lainnya. Memang, sejak beberapa waktu lalu kami memutuskan memanggil Neio dengan panggilan "Abang". Selain biar tidak manja, semoga panggilan ini menjadi do'a agar Neio bisa punya adik, hahaha, amin.

Di usianya yang memasuki 3 tahun ini juga Neio mau masuk Playgroup. Meski dulu mengangap Playgroup tidak urgent tapi setelah melihat Neio yang sangat aktif rasanya koq sayang ya kalau tidak disekolahkan a.k.a yang momong di rumah sudah kewalahan, hahaha. Tapi berharap dengan bersekolah, nantinya Neio memiliki dunia lain untuk menambah wawasannya dan belajar bersosialisasi.

Well, Selamat Milad yang ke-3 jagoan mami Naryama Khayru Farsyano. Teruslah tumbuh dan belajar. Keep Healthy and Happy my Captain.

My birthday boy